Sekilas Info
Thursday, 25 Jul 2024
  • Untuk Trenggalek lebih baik

MENYIAPKAN MENTAL PENGUSAHA ISLAM DALAM MENGGAPAI MIMPI DI ERA LIBERALISASI & DIGITALISASI

Diterbitkan :

Impian menjadi seorang yang sukses merupakan dambaan Setiap orang yang memiliki sebuah usaha. Dalam agama islam kesuksesan tidak diterjemahkan melalui sisi dunia saja akan tetapi juga berorientasi pada kehidupan di akhirat. Maka pondasi utama seorang muslim dalam menjalankan usaha adalah faktor Syariat (kehalalanya) bukan dari banyaknya keuntungan belaka. Adapun Mental menjadi pengusaha sukses dapat dipupuk dengan mempunyai kepribadian yang tenang, terampil, terencana, tekun, tertib , tegar dan tawadhu. Seorang pengusaha yang baik akan mempunyai kredibilitas tinggi serta dapat dipercaya atas kejujuran dan kecakapannya dalam mengembangkan diri di dunia dan tetap meningkatkan kualitas orientasi akhirat.

Ikhtiar ataupun usaha menjadi seorang yang sukses di dunia dan akhirat dibarengi dengan adanya kekuatan doa dan memohon kebaikan kepada Allah SWT. Setiap manusia diwajibkan berusaha dan berdoa serta menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT. Mencari rejeki yang halal menjadi salah satu upaya yang sangat dianjurkan. Tidak ada salahnya untuk terus berusaha agar menjadi pribadi yang sukses. Namun, seringkali kesuksesan yang identik dengan kehidupan mewah dan kecintaan terhadap dunia berlebihan menjadikan seseorang mendapatkan pengaruh buruk dari harta yang melimpah, sehingga ia menjadi hamba yang lalai.

Syarif Banna beliau merupakan pendiri British Academy Of Quranic Studies Guest of Sharia Law di Oxford University dalam paparannya “  Entrepreneur in the Digital Era” menyampaikan bahwa menjadi seorang pengusaha muslim ada 3 konsep yang harus dipahami oleh pengusaha Muslim dalam memulai usaha yakni
– Muslim dan islam,
– Kekayaan dan wirausaha dan
– Era digital.
Menurutnya, Islam tidak melarang umatnya untuk mengumpulkan harta sebanyak banyaknya dari kegiatan jual beli atau berdagang. Bahkan Rasulullah dan istrinya Khadijah, adalah seorang pedagang yang sukses pada masanya dan Abdurahman bin auf adalah tokoh Pengusaha legendaris di masa sahabat yg mana hartanya dan bisnisnya sampai sekarang masih berjalan. Diharapkan dengan harta yang dikumpulkannya, seorang muslim dapat bermanfaat bagi lebih banyak orang selain dirinya dan keluarganya. Dengan begitu, seorang muslim diharapkan dapat menjadi muslim yang kuat dunia akhirat
Islam mengajarkan menjadi seorang pedagang muslim tidak boleh hanya memikirkan keuntungan/profit dalam menjalankan usahanya.

Pengusaha muslim harus memperhatikan 3 hal Penting dalam berdagang, “yaitu kehalalan, thayyib, dan barakah. Halal adalah sebuah konsep dalam Islam dimana semua bahan baku yang dipergunakan dalam pembuatan barang didapatkan dari sumber-sumber baik yang diizinkan oleh agama Islam. Thayyib mengandung arti baik, etis, dan manusiawi. Misalkan saja, seorang pengusaha muslim melakukan usaha jual beli daging sapi. Pedagang tersebut tidak hanya harus memperhatikan kualitas daging yang dijual, namun juga harus memperhatikan bagaimana daging tersebut didapatkan. Apakah sapi yang dipotong diperlakukan dengan baik sebelumnya, apakah dipotong dengan cara yang sesuai syariat Islam, dan sebagainya.
Menjadi seorang pengusaha Islam harus memperhatikan hal-hal etikal seperti itu dikarenakan seorang pengusaha Islam tidak hanya memikirkan keuntungan, tapi juga barakah. Barakah adalah sebuah konsep kebermanfaatan dan pahala/ganjaran baik dari Tuhan dalam Islam. Seorang pengusaha muslim juga harus mempunyai kualitas-kualitas lain dalam dirinya, yaitu takwa, amanah, tidak berpikir jangka pendek, dan memikirkan bagaimana produk yang dijual dapat bermanfaat bagi orang banyak, bukan hanya sekedar melakukan pemasaran. Hal lain yang harus disadari oleh pengusaha muslim adalah peluang yang tercipta oleh era dijital saat ini. Era digital menciptakan peluang pasar yang terbuka lebar, sehingga seorang pengusaha muslim dapat memperluas jalur distribusi dagangannya ke banyak negara, tidak terbatas pada satu lokasi saja.
Rasulullah juga selalu memiliki pemikiran yang cerdas dalam berbisnis dengan tidak melupakan pentingnya membuat planning dan goal setting yang jelas. Begitu juga hal nya kisah sang legendaria muslim di era Rasulullah bersama Sahabat nya Abdurahman Bin Auf dalam menjalankan usahanya senantiasa mengedapankan kaidah berbaik sangka kepada Allah Optimis dan inovatif serta mendahukukanbkebenaran dalam syariat di dalam pelaksanaan bisnisnya dan Yang paling terpenting adalah kewajiban untuk senantiasa bersyukur dengan kondisi yang diterima dimana rasa syukur akan membuat seseorang merasa cukup dan mengundang nikmat-nikmat Allah yang lainnya.Sebagaimana tertuangbdalam Firman Allah surat Ibrahim ayat ke-7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih
Demikian kiat atau jurus jitu untuk meraih mimpi pengusaha Muslim yang menginginkan sebuah kesuksesan hakiki,sebuah kesuksesan yang tidak hanya di dunia semata melainkan kesuksesan akhirat juga sebagai kampung halaman terkahir yg di dambakan bagai setiap insan muslim. Semoga Allah akan mendatangkan kemudahan ,kebaikan dan kelancaran atas segala usaha kita dalam bingkai Keberkahan Dari Nya .Aamiin.

 

Oleh : Rizky Sembada S.E,M.M, M.Psi.

Artikel ini memiliki

2 Komentar

Sunday, 2 Jun 2024

Sangat inspiratif

Reply
Rizal BNR
Monday, 3 Jun 2024

Mantab josssss

Reply

Beri Komentar