Sekilas Info
Wednesday, 24 Jul 2024
  • Untuk Trenggalek lebih baik

MONEY POLITICS? WHY NOT ! HONEST AND FAIR POLITICS ? NONSENSE!

Diterbitkan :

Dalam musim-musim politik baik pemilu maupun pilkada tidak akan terlepas dari pembahasan politik uang (Money Politic). Praktik politik uang merupakan salah satu isu yang sering muncul dalam konteks pemilu maupun pilkada di Indonesia. Meskipun telah diatur dalam undang-undang sebagai pelanggaran pemilu, praktik ini masih sering terjadi dan memiliki dampak yang signifikan terhadap proses demokrasi dan integritas politik. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan persepsi masyarakat terhadap politik uang selama pemilu /pilkada, serta dampaknya terhadap sistem politik dan tatanan demokrasi di Indonesia.

Politik uang merujuk pada praktik pemberian uang atau materi lainnya kepada pemilih sebagai cara untuk memengaruhi hasil pemilihan. Praktik ini bisa mencakup pembelian suara, penyalahgunaan dana kampanye, atau pemberian imbalan kepada pemilih untuk mendukung calon tertentu. Persepsi Awal Masyarakat terhadap politik uang cenderung negatif. Banyak orang melihatnya sebagai bentuk korupsi politik yang merusak integritas demokrasi dan keadilan pemilihan. Namun, akhir akhir ini banyak masyarakat yang memandangnya sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari realitas politik baik di tingkal lokal maupun Nasional.Sebagaian Msyarakat telah menilai Politik Uang merupakan cara untuk mendapatkan simpatik dari masyarakat dan dalam rangka memperoleh suara dalam kompetisi politik.Bahkan di sebagain masyarakat hanya akan memilih kepada mereka calon yang menberikan uang lebih banyak di antara calon lainya.

Salah satu tokoh yang secara terbuka menentang praktik politik uang saat pemilihan umum adalah Tokoh Fenomental India Mahatma Gandhi. Meskipun Gandhi dikenal lebih karena perjuangannya dalam gerakan kemerdekaan India dan ajaran-ajarannya tentang kehidupan sederhana, non-kekerasan, dan keadilan sosial, dia juga menekankan pentingnya integritas dan kejujuran dalam proses politik. Gandhi menolak praktik politik uang karena bertentangan dengan nilai-nilai moral dan etika yang dia anut. Baginya, kekuasaan politik seharusnya tidak dicapai dengan menggunakan kekayaan atau sumber daya finansial semata, tetapi harus didasarkan pada kebenaran, keadilan, dan kesadaran kolektif akan kepentingan masyarakat dan tujuan seorang pemimpin di pilih.

Dalam praktiknya, Gandhi mendorong partisipasi politik yang bersih dan adil, di mana pemimpin dipilih berdasarkan kualitas karakter dan kompetensi mereka, bukan karena mereka memiliki uang atau kekayaan. Dia mengajak masyarakat untuk tidak menerima suap atau hadiah dalam bentuk apapun dalam proses pemilihan, dan mengedepankan nilai-nilai moral dalam mengambil keputusan politik. Gandhi juga secara aktif memperjuangkan reformasi politik untuk mengurangi atau menghilangkan praktik politik uang. Dia mendesak pemerintah dan pemimpin politik untuk mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam sistem politik.Meskipun Gandhi tidak hidup di zaman modern dengan kompleksitas politik dan pemilihan yang sering terjadi saat ini, nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dia anut dalam menentang politik uang tetap relevan dan menginspirasi banyak tokoh dan aktivis politik hingga saat ini.

Dalam prespektif Psikologi Praktik politik uang (stimulus) dapat mempengaruhi gairah dan partisipasi politik di dalam satu masyarakat. Namun, dampak dari hal ini akan dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilihan dan merusak legitimasi pemerintahan yang terpilih,Politik uang juga membuka celah potensi Korupsi yang berkelanjutan di karenakan seorang pemimpin yang terlahir dari praktik politik uang hal pertama yang ia fikirkan ketika menjabat sebagai pemimpin adalah bagaimana ia mengembalikan uang yang telah ia pakai dalam proses perjalanan menuju jabatanya.
Dampak lain dari praktik Politik uang pasti akan mempengaruhi kualitas kepemimpinan yang terpilih. Calon yang menggunakan praktik politik uang berpotensi lebih fokus pada memenuhi kepentingan finansial mereka sendiri /kelompoknya sendiri daripada kepentingan masyarakat. Hal ini dapat mengakibatkan kepemimpinan yang kurang berkualitas dan kurang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yg ia pimpin.

Lantas Apakah Politik uang dapat kita hilangkan?

Dalam kesempatan ini penulis mencoba ingin mengupas tentang langkah antisipasi dalam mengatasi praktik politik uang.Upaya pertama yang harus di lakukan adalah meruban mind set dan mental para calon pemimpin,meluruskan niat bahwa mereka mencalonkan diri sebagai pemimpun bukanlah semata hanya untuk berebut jabatan atau mencari popularitas serta Gengsi melainkan tujuan utama mengabdi demi mensejahterakan masyarakat yg di pinpin. Pemahaman ,Sosialisasi masif serta reformasi yang komprehensif kepada masyarakat dan calon pemimpin. Ini termasuk penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran (politik uang)dalam pemilu, memberikan edukasi terhadap pemilih tentang pentingnya menjaga integritas pemilihan, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana kampanye.

Kesadaran masyarakat tentang bahaya politik uang dan pentingnya memilih calon berdasarkan visi,misi serta program yang pro terhadap masyarakat , dan integritas calon pemimpin sangat penting. Edukasi masyarakat tentang hak dan tanggung jawab sebagai pemilih dapat membantu mengurangi praktik politik uang dan memperkuat demokrasi .dan yang tidak kalah pentingnya memberikan pemahaman bahwa praktek politik uang adalah sebuah pelanggaran hukum konstitusi serta pelanggaran terhadap syariat yang akan mendapatkan konsekwensi hukum dunia dan hukum Allah.

Akhirnya penulis ingin menyampaikan bahwa membahas masalah politik uang merupakan isu yang kompleks dan memiliki dampak yang signifikan terhadap sistem politik dan tatanan demokrasi,namun hal tersebut tidak lah mudah didalam pelaksanaannya.Meski demikian besar harapan penulis terhadap semua pembaca serta masyarakat secara umum tentang pentingnya memahami bahaya kerusakan sistim Demokrasi dan kerusakan kerusakan lainya yang disebabkan ptaktik politik uang ini.Semoga suatu saat para calon pemimpin dan juga masyarakat pemilih menemukan solusi yang terbaik serta cara yang efektif untuk mengatasi praktik politik uang ini serta memperkuat integritas pemilihan agar sistem demokrasi di Indonesia akan hidup kembali sesuai degan cita lahirnya demokrasi yang luhur terwujudnya sebuah pemerintahan yang jujur adil dan beradab.

 

 

OLEH : RIZKY SEMBADA S.E,.M.M,.M.PSI

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar